BAB I Pendahuluan
1. Pengantar
Perkembangan teknologi yang pesat sangat
berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dengan berkembangnya teknologi ini
mengakibatkan berkembangnya ilmu pengetahuan yang memiliki dampak positif
maupun negatif. Dengan perkembangan teknologi ini pemerintah perlu meningkatkan
pembangunan di bidang pendidikan. Peningkatan itu dapat dilakukan dengan cara
peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan tenaga profesionalisme, tenaga
pendidik, dan peningkatan mutu anak didik.
Pembelajaran matematika selama ini belum
berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep dan aturan-aturan
matematika. Selama ini siswa cenderung menghafal konsep-konsep matematika,
tanpa memahami maksud dan isinya. Dengan demikian pembelajaran matematika di
sekolah merupakan masalah. Oleh karena itu, yang penting adalah bagaimana siswa
memahami konsep-konsep matematika secara bulat dan utuh, sehingga jika
diterapkan dalam menyelesaikan soal-soal matematika siswa tidak mengalami
kesulitan.
Gambaran permasalahan
tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran matematika perlu diperbaiki guna
meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika. Mengingat
pentingnya matematika maka diperlukan pembenahan proses pembelajaran yang
dilakukan guru yaitu dengan menawarkan
suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap
konsep-konsep matematika. Salah satu cara untuk mengatasi yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran matematika dengan metode Sakamoto.
2. Deskripsi Produk
Sakamoto atau
kursus matematika dengan metode Jepang merupakan bimbel matematika yang sudah
cukup terkenal di Indonesia. Sakamoto ini membantu anak-anak sekolah dasar yang
tidak menyukai matematika untuk menjadi suka dan membuat anak meningkatkan
kemampuan berpikir logis, berfikir kreatif dan menyelesaikan masalah matematika
dengan mudah. Metode Sakamoto berasal
dari Jepang, ditemukan oleh DR Hideo Sakamoto tahun 1980.
Telah berkembang dibeberapa negara seperti Jepang, Singapore, Thailand,
Indonesia, Brunei Darusalam, Korea dan Philiphine. Bimbingan secara perseorangan, maksimum 6 anak per kelas. Setiap siswa
bisa mengerjakan lembar kerja yang berbeda, sesuai dengan kemampuannya. Dalam
metode penyelesaian soal, Sakamoto memiliki 3 metode yaitu G.R , diagram, dan
penulisan angka.

Komentar
Posting Komentar